Pialang atau broker merupakan pihak yang menjadi perantara dalam transaksi jual beli instrumen investasi berdasarkan instruksi investor. Dalam dunia trading, pialang berperan penting dalam membantu investor melakukan transaksi forex, emas, maupun komoditas berjangka. Namun, peluang keuntungan dalam trading juga diikuti dengan risiko yang cukup besar. Salah memilih pialang dapat menyebabkan investor mengalami kerugian, bahkan berisiko menjadi korban pialang ilegal. Oleh karena itu, sebelum mulai trading, investor perlu memastikan bahwa pialang yang dipilih memiliki legalitas dan berada di bawah pengawasan lembaga resmi.Lantas, siapa yang berwenang mengawasi aktivitas trading dan pialang di Indonesia? Memahami lembaga pengawas menjadi langkah penting agar investor dapat memilih pialang yang aman dan legal.

PERBEDAAN BAPPEBTI DAN OJK

1. Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), di bawah Kementerian Perdagangan, adalah otoritas yang mengawasi perdagangan forex, emas, dan komoditi berjangka.2. OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mengawasi sektor keuangan seperti perbankan, pasar modal (saham, reksadana), dan sejak berlakunya UU P2SK, juga aset kripto.

Cermati dan Ketahui Ciri Utama Pialang Legal Dan Ilegal

"Dari segi nama perusahaan, yang legal terdapat kata 'Berjangka' atau 'Futures' pada nama perusahaan. Sementara yang ilegal, namanya bisa bermacam-macam, biasanya menggunakan kata 'Forex'," tulis Bappebti dalam unggahannya di media sosial.Selanjutnya dilihat dari penyetoran marginnya. Perusahaan PBK yang legal menyetorkan margin ke rekening yang terpisah (segregated account). Sementara yang ilegal, penyetoran marginnya ke rekening perusahaan atau pengurus. (DDTC News)Perusahan PBK legal memiliki wakil pialang berjangka yang berizin dari Bappebti, Sementara yang ilegal tidak memiliki WPB berizin. (DDTC News)Perusahaan BPK legal melaporkan transaksi ke bursa berjangka dan di daftarkan ke dalam kliring berjangka. Sebaliknya pialang ilegal tidak melakukan hal itu. (DDTC News)Perusahaan BPK legal memiliki alamat kantor yang jelas, sementara itu BPK Ilegal tidak pernah mencantumkan alamat. Bila ada pun, biasanya alamat tersebut palsu